Wednesday, May 07, 2014

Review: Surat Untuk Ruth

Surat Untuk Ruth, adalah novel kedua karangan Bernard Batubara yang saya baca. Awalnya, hanya membaca Cinta. [baca: Cinta dengan titik]. Dan setelah membeli Surat Untuk Ruth, saya jadi semakin tertarik untuk terus mengikuti karya penulis Asal Pontianak ini. Kali ini, saya akan coba review Surat Untuk Ruth, review novel pertama yang saya cantumkan di blog ini.

Areno Damar, atau yang lebih akrab dipanggil Are. Pemuda yang menjadi tokoh utama dalam Novel ini. Bertemu dengan seseorang perempuan, bernama Ruth. Ya, novel ini bercerita tentang isi Surat dari Are untuk Ruth. Untuk kebersamaan yang pernah mereka alami, untuk kesedihan yang dialami Are karena harus merelakan sang pujaan hati meninggalkannya pergi. Demi kebahagiaan sang Ibu, Ruth pun terpaksa merelakan kebahagiannya hilang, demi sang Ibu yang menginginkan untuk Ruth bisa bersanding dengan lelaki yang tanpa disadari, sudah lama Ibunya tentukan.

Pertemuan pertama Are dan Ruth, di sebuah dek kapal Feri yang menyebrangi Selat Bali dari Banyuwangi ke Jembrana. Kala itu, Are sedang memotret keindahan senja, dan dia melihat sesosok yang sedang mendekap sebuah kanvas, seperti hendak melukis. Ya, perempuan itu Ruth. Tetapi, Ruth ternyata tidak ingin melukis. Disitulah, Are membuka perkenalan dengan Ruth. Pertemuan pertama sekaligus perkenalan untuk keduanya.

Ruth merupakan orang yang sangat misterius. Orang yang banyak menyimpan sesuatu yang hanya dia sendiri yang tahu. Dibalik sosok misterius tersebut, itulah hal yang membuat Are menaruh hati pada Ruth. Komunikasi mereka menjadi semakin intens, meskipun selalu Are yang mengawali. Disitu juga, Are mengucapkan sesuatu. Sesuatu yang sakral dan tidak boleh sembarangan diucapkan, Aku sayang kamu, Ruth.

Are, pemuda yang dengan gigih memperjuangkan Cinta nya. Sehingga, ketika hubungan dengan Ruth menjadi lebih intim, lebih dari sekedar teman. Ketika itu juga, Are mempunyai klien, seorang Abimanyu. Melayani kliennya tersebut, Are melihat foto Ruth terpampang menjadi wallpaper laptop Abimanyu. Ketika itu juga, Are menjadi semakin penasaran. Penasaran tentang Abimanyu, siapakah sosok Abimanyu, ada hubungan apa dia dengan Ruth.

"Tidak ada yang namanya kebetulan." - Ruth.

Kata-kata Ruth diatas seakan terbukti kebenarannya. Di Ubud, ketika Are menanyakan kepada Ruth, hubungan mereka akan dibawa kemana. Hubungan yang menurut Are sangat-sangat indah, terlebih Are ingin mengetahui jawabannya langsung dari Ruth. Tetapi, saat itu juga, Ruth mengatakan semuanya kepada Are. Mengatakan bahwa sang Ibu, menanyakan dia, sesosok Abimanyu yang pernah berpacaran dengan Ruth selama 2 tahun. Pertemuan dengan Abimanyu ketika ia melayani kliennya tersebut memang bukanlah kebetulan. Pertemuan tersebut merupakan awal dari perasaan Are, perasaan Are yang memang sudah mengira kalau hubungannya dengan Ruth, tidak akan lama.

Melalui sudut pandang Are, sudut pandang pertama, novel ini sangat sukses untuk membawa pembaca larut dalam cerita. Larut dalam kisah Are yang memperjuangkan seorang Ruth. Seseorang yang berhasil membuatnya menjadi Cinta, bahkan mungkin lebih dari itu. Sehingga, Are menulis sebuah surat. Sebuah surat yang bercerita tentang dia dan Ruth. Tentang kebahagiaan, kebahagiaan sementara yang dia rasakan. Tentang kehilangan, kehilangan yang sebenarnya sangat tidak Are inginkan. Kehilangan Cinta. Ruth memang misterius, sehingga Are tidak pernah mendengar Ruth mengirimkan bahkan berbicara perasaannya kepada Are. Sehingga akhirnya, Are mengetahui perasaan Ruth tersebut bukan langsung dari Ruth, melainkan dari orang lain.

Novel yang tidak memerlukan waktu lama untuk menghabiskan halaman demi halaman untuk membacanya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk larut dalam isi ceritanya. Novel ini sangat-sangat sukses untuk menghipnotis pembaca. Sukses merasakan apa yang terjadi dalam kisah mereka berdua, Are dan Ruth. Tentang perjuangan, kebahagiaan, arti kehilangan. 4 dari 5 bintang untuk Novel terbaru Bernard Batubara ini, Surat Untuk Ruth.

Judul: Surat Untuk Ruth
Penulis: Bernard Batubara
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun: April 2014
Tebal: 168 Halaman
ISBN: 978-602-03-0413-7
Harga: Rp. 54.000,00




3 comments:

  1. nice post sob..
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu...
    salam kenal yach...
    kunjungi blog saya juga ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    http://chaniaj.blogspot.com/ dan situs kesayangan kami http://oliviaclub.com
    serta sites.google kebanggaan kami https://sites.google.com/site/pokeronlineterpopuler/
    di oliviaclub.com poker online uang asli terbaik di indonesia dengan teknologi teraman dan tercanggih.
    main dan ajak teman anda bergabung dan dapatkan 20% referral fee dari house commision untuk turnover teman ajakan anda...

    ReplyDelete